3 Daftar Buku Terbaik yang Menceritakan Perspektif Perempuan

3-Daftar-Buku-Terbaik-yang-Menceritakan-Perspektif-Perempuan
Foto dari Canva

Tanggal 8 Maret merupakan hari yang dirayakan sebagai hari perempuan Internasioal atau yang biasa disebut dengan International Women’s Day. Pada tanggal tersebut, kampanye akan kesetaraan gender sering ditegakkan.

Kesetaraan gender sudah menjadi salah satu issue yang banyak diangkat diberbagai karya. Salah satunya yaitu dalam bentuk tulisan atau buku. Gramedia bisa menjadi wadah untuk mengetahui beragam perjuangan para perempuan untuk mendapatkan kesetaraan gender dalam betuk karya tulis.

Berikut ini adalah buku-buku yang ditulis oleh para perempuan pejuang kesetaraan gender yang wajib dibaca.

Rekomendasi Buku Perjuangan Perempuan

  • Last Tang Standing oleh Lauren Ho

Buku pertama yang mengisahkan perjuangan perempuan untuk mendapatkan haknya yaitu Last Tang Standing. Buku ini ditulis oleh Lauren Ho dengan mengambil fenomena yang ada di Singapura.

Di negara Singapura, wanita karier yang sudah hidup mapan dan sukses namun belum juga menikah aka mendapatkan perlakuan yang berbeda dari masyarakat. Selain menjadi seorang yang disorot, ada banyak hal yang harus dilalui sebagai seorang perempuan.

  • Yuni oleh Kamila Andini

Buku yang sudah diabadikan dalam sebuah film dengan judul yang sama ini juga bisa menjadi salah satu rekomendasi buku perjuangan perempuan. Pada buku ini, banyak sekali stigma-stigma yang diterima oleh para perempuan.

Mulai dari seorang perempuan itu tidak boleh memiliki cita-cita tinggi hingga tidak bisa menentukan pilihan hidupnya. Buku karya Kamila Andini ini sangat layak untuk dibaca karena memberikan perspektif yang luas serta objektif mengenai perempuan.

  • Kitab Kawin oleh Laksmi Pamuntjak

Buku yang direkomendasikan lainnya yaitu Kitab Kawin. Buku ini ditulis oleh Laksmi Pamuntjak. Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh semua gender.

Buku ini memberikan berbagai macam perspektif tema pernikahan. Anda bisa mengetahui berbagai macam kisah percintaan maupun hubungan baik sebelum pernikahan hingga saat menjalani pernikahan.

Buku-buku tersebut merupakan buku yang memberikan perspektif mengenai perempuan. Perempuan selalu mendapatkan perspektif negative bahkan tak sedikit yang merasa direndahkan. Sehingga melalui buku-buku tersebut, penulis-penulis perempuan memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perempuan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.